Showing posts with label HADITH SAHIH. Show all posts
Showing posts with label HADITH SAHIH. Show all posts

Monday, July 9, 2012

Jom usha hadith ptg ni :)


Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Apabila seorang manusia mati, putuslah (tulisan pahala) amalan (setakat itu) Kecuali tiga perkara (yang akan berlanjutan tulisan pahalanya) iaitu sedekah jariah ,ilmu yg bermanfaat ,dan doa anak2 yang soleh untuknya."

(Hadith Sahih - Riwayat Imam Ahmad)





Monday, May 21, 2012

Ahlan wasahlan Rejab :)



Daripada Sayyiduna Anas رضي الله عنه ;

Apabila datang bulan Rejab, Rasulullahصلى الله عليه وسلم akan berdoa;

اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma baariklana fii rajabin wa sya’baana wa ballighnaa ramadhaan

"Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rejab dan Syaa’ban dan sampaikan (hidupkan) kami (sehingga) ke bulan Ramadhan."

Hadith Riwayat | Imam Al Baihaqi





*Pesanan Ustaz Syed Abdul Kadir Aljoofre hafizahullahu ta'aala wa ra'aah,

# Hari Selasa bermula 1 Rejab, jadi malam ni (Isnin) adalah malam 1 Rejab.. Imam Syafiie rahimahullah berkata, ada 5 malam dalam setahun, Allah SWT bukakan pintu langit, salah satunya adalah malam 1 Rejab..

# Jadi, mlm ni, perbanyakkan doa mudah-mudahan Allah ampunkan dosa kita, memakbulkan doa kita pada malam 1 Rejab.. Antara lain yang kita boleh lakukan dalam bulan Rejab ialah, banyakkan Istighfar, minta ampun daripada Allah SWT.. Yang paling bagus sekali Istighfar adalah "Sayyidul Istighfar" bermula dari esok malam.. Bulan Rejab dikenali sebagai bulan Istighfar..

Wallahu a'lam..

*Ustaz Yusuf Assiddiq Ahmad Sharqowi



#nota tangan fafie : jom bnykkan puasa sunat..~! igtn utk diri ni juge,,yg da lame x dpt puasa..isk isk.

Monday, January 30, 2012

doa tanpa jemu

Nabi SAW pernah bersabda " Doa seorang Muslim terhadap saudaranya ketika berada jauh darinya adalah mustajab. Di sisi kepalanya terdapat malaikat yang diutus. Setiap kali ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat yang diutus itu berkata 'Amin' dan anda mendapat hal yang sama." (HR. Imam Muslim) *http://www.facebook.com/DoaMustajab

Sunday, January 29, 2012

igtn for myself

Nasihat sederhana seperti ajakan solat, penjelasan keutamaan suatu amalan, ajakan puasa sunnah, penjelasan hukum Islam, bahaya keyakinan menyimpang dan amalan tanpa dasar, semua itu mungkin menjadi pesan dakwah yang sederhana, namun memiliki pahala yang besar disisi Allah ta'ala. 

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim, 2674)

Ingatlah, tugas kita hanya menyampaikan. Sedangkan hidayah hanyalah datang dari Allah. Allah Ta’ala berfirman (yang ertinya), “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Surah Al-Qashash: ayat 56)



alhamdulillah jumpa tazkirah ni.
dpt naikkan smgt,jgn sedih if org x terima nasihat kita..
terus terusan lah menyampaikan perkara2 yg baik walau disakiti,disalah erti,dihina,,,
Rasulullah SAW dan para shbt juga bnyk dugaan semasa bdkwh dulu kan. lg hebat dugaan mereka.
kita mesti boleh hadapi jugak,kan...
insyaAllah amin.
thank you Allah <3

Monday, January 2, 2012

ya Allah..

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”
(HR Muslim 4899)





‎"Ya Allah, berikanlah kami rizki yg luas, yg halal lagi baik, tanpa memberatkan kami. jika rizki kami ada dilangit maka turunkanlah. Jika ada dibumi maka keluarkanlah. Jika jauh maka dekatkanlah. Jika dekat maka mudahkanlah. Jika sedikit maka banyakanlah. Jika banyak maka berkahilah agar kami dapat menolong anak yatim, orang2 miskin & orang2 yg kesusahan. Ya Allah, Kabulkanlah doa kami."
(Mukjizat Solat dan Doa)


‎" Ya Allah, berikanlah kami limpahan nikmat & janganlah Engkau kurangi, Muliakanlah kami, janganlah Engkau binasakan. Berikanlah kami, jangan Engkau tutupi. Utamakan kami jangan Engkau abaikan. Jadikanlah kami ridha & ridhailah kami."
(HR
. Tirmidzi)


‎"Ya Allah, cukupkanlah kami dg NikmatMu, rizki yg halal & berkah yg berguna bagi kami untuk beribadah kepadaMu & menolong sesama. Ya Allah, sempurnakan akhlak kami menjadi akhlak yg mulia, menghormati orang tua, mengasihi sesama, santun dalam bertutur kata & berperilaku. Ameen.."
(Mukjizat Solat dan Doa)





‎'Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari kefakiran, kekurangan & kehinaan. Dan kami berlindung kepadaMu dari mendzalimi & didzalimi orang lain.'
(H.R Abu Dawud & Nasa'i)



‎"Ya Allah, jadikanlah setiap tarikan napas kami adalah kecintaan kepadaMu, jadikanlah motivasi kami dalam hidup ini memberi manfaat sebanyak mungkin bagi keluarga & umat serta jadikanlah tujuan hidup kami untuk memperbaiki diri kami, keluarga kami & umat menuju ridhaMu hingga akhir hayat kami dengan khusnul khotimah dalam pelukan Kasih SayangMu...Ameen.."
(Mukjizat Solat dan Doa)

Thursday, November 24, 2011

doa ketika hujan



now musim hujan.
amalkan.
er. teringat kngn lame lagi. :"(
sum1 taught me this doa.

.
.
.
 okla.ni ade lg 1 doa nk share.

doa ketika petir dan guruh-
"lahaulawallaquwataila billa hilaliqilazim"

Friday, November 4, 2011

muhasabah

Allah menguji seseorang itu kerana Allah swt mempunyai rahsianya tersendiri, sama ada Allah hendak tambah iman kita atau hendak uji sejauh mana keimanan kita.

..........................
.........................

RINTIHAN

Ketika Allah rindu pada hambanya, Allah akan mengirimkan sebuah hadiah istimewa melalui malaikat Jibril yang isinya adalah ujian...

Dalam hadith qudsi Allah berfirman:

“Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya kerana Aku ingin mendengar rintihannya.”
(HR. Thabrani dari Abu Umamah)


Abu Said dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahawa Nabi SAW. bersabda:

“Seorang muslim yang ditimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.''
~H.R. Bukhari dan Muslim~

Friday, August 26, 2011

Masuk syurga kerana rahmat Allah atau kerana amal soleh?


Dengan nama Allah yang Maha Baik.

Kelmarin waktu solat jumaat, sang khotib menceritakan sebuah hadis tentang seseorang ulama yang hendak masuk syurga. 

Allah berkata "Wahai malaikat, masukkan dia ke surga karena rahmat-KU"
Sang ulama protes. "Kenapa karena rahmat-Mu? Bukankah aku telah banyak berbuat amal sholeh?". 
Lalu Allah berkata "Kalau begitu, wahai malaikat! coba timbang besar mana nikmat matanya dengan amal sholehnya selama ini!" 
Setelah ditimbang ternyata masih berat nikmat mata. Sang Ulama langsung memohon ampun atas kekeliruannya dan akhirnya masuk surga.

Kemudian sang khotib menyimpulkan kita masuk surga bukan karena amal soleh yang telah kita lakukan tapi karena nikmat Allah. Tadi pagi lihat sebuah buku di Toko Buku yang berjudul "Masuk Surga Tanpa Hisab". Buku tersebut juga menceritakan hadis yang sama.

Cerita yang bagus untuk sebuah motivasi. Namun sayang, sedikit bertentangan dengan Al-Qur'an. Banyak ayat dalam Al-Quran yang menyatakan kita dimasukkan ke surga disebabkan amal soleh yang kita lakukan.

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka bagi mereka surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. (Q.S As Sajadah (32) :19)

….tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka Itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang Tinggi (dalam syurga). (Q.S. Saba' (34) : 37)

….dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." (Q.S. Al-A'raf (7) : 43)

….masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (Q.S. An-Nahl (16) : 32)

Dan Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. (Q.S. Adz-Zukhruf (43) : 72)

Kita masuk neraka juga akibat perbuatan kita sendiri :

….Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. (Q.S. Al-An'am (6) : 70)

Secara langsung perbuatan kitalah yang mengantarkan kita ke surga atau neraka. Tapi perlu diingat bahwa kita dapat berbuat baik adalah berkat nikmat berupa petunjuk dan bimbingan dari Allah. Kalau bukan karena nikmat (petunjuk) dari Allah tentu kita bisa tersesat dari jalan yang lurus. Jadi bisa dikatakan secara tidak langsung kita masuk ke dalam surga karena rahmat Allah SWT (atau lebih tepatnya karena nikmat Allah).

"Jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)" (Q.S. Ash-Shaffaat (37) : 57)

Nikmat yang mana? Karena ada banyak nikmat Allah. Tentu saja yang dimaksud adalah nikmat berupa petunjuk kepada iman dan islam. Bukankah nikmat terbesar kita saat ini adalah nikmat iman dan islam?

"….Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku padamu dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu." Q.S. Al-Maidah (5) : 3


"... Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui
lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al Hujurat (49) : 7-8

"...takutlah kepada-Ku dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk". (Q.S. Al-Baqarah (2) :150).

Rasulullah SAW juga bersabda, Amal tidak akan memasukkan seseorang di antara kalian ke surga dan tidak pula menyelamatkannya dari neraka. Demikian juga saya, kecuali dengan rahmat Allah swt. (hadith riwayat muslim)

Jadi kesimpulannya, Jika dikatakan kita masuk surga karena rahmat (nikmat) Allah adalah benar. Tapi jika dikatakan kita masuk surga BUKAN karena amal soleh yang kita lakukan adalah salah. Amal soleh ialah penyebab langsung sedangkan nikmat Allah ialah penyebab tidak langsung. 

sumber rujukan : Al-Quran,hadith sahih,pemikiranislam.net ,irdy74.multiply.com
Wallahualamfissawab~
nota fafie: sy cari dalil2 psl ni slps dgr tazkirah ustaz kat msjid td ade sebut psl ni sikit..
jadi marilah kita sama2 beramal smbil memohon rahmat dr Allah SWT dan keampunan drNYa
jgn sesekali riak,bgga,rasa dah cukup buat amal...kerna sgla2nya bgntung pd rahmat Allah..
amal tnpa mdpt rhmat drNya, amatlah rugi. nauzubillahminzalik...
carilah keredaan ALLah SWT dlm beribadah pdNYa..
Allahuakbar. 
moga kita semua dirahmati Allah...insyaAllah,AMIN3..

mlm ni 27 rmdhn.jgn lepaskn peluang keemasan!carilah mlm lailatul qadr..moga kita semua dpt btemu dgnnya dan mdpt barakah drpd Allah.qiamullail itu tidak susah,jom kita sama2!Allah da bg peluang,knp ad yg x nak ambil peluang itu? ssghnya,mlm lailatul qadr lebih baik dr 1000bulan,bsamaan 83+ tahun pahala amal ibdtnya.kita blum tentu hidup smpai 84 thn kan?cukupkah amal kita selame ni? TIDAK MUNGKIN cukup. jadi,rebutlah peluang di bln yg mulia ni...wallahualam..igtn kpd semua tmasuklah diri yg kerdil hina ini~:)

Monday, August 22, 2011

Cinta kerana ALLAH SWT.


“Cintailah Allah kerana nikmat yang dianugerahkan kepada kamu, cintailah aku kerana cinta kamu kepada-Nya”. (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim)

Alkisah seorang pemuda sufi jatuh cinta kepada seorang gadis. Cintanya pun berbalas. Namun malangnya, gadis itu ingin dijodohkan orang tuanya dengan lelaki lain. Kerana dorongan cinta, gadis itu mencari alternatif, “Aku datang padamu, atau ku atur cara supaya kamu boleh menyelinap ke rumahku”, begitu penjelasannya.
“Tidak! Aku menolak kedua pilihan itu. Aku takut pada neraka yang nyalaannya tak pernah padam!” itu jawapan pemuda itu sekaligus membuat sang gadis itu tersentak.
Pemuda itu memenangkan iman atas syahwatnya dengan kekuatan cinta.
“Jadi dia masih takut pada Allah?”, kata hati kecil gadis itu . Seketika dia tersedar, dan tiba-tiba dunia terasa kerdil di hadapannya. Dia pun bertaubat dan kemudian mengabdikan diri untuk beribadah. Tetapi cintanya pada si pemuda tersebut tidak pernah lupus. Cintanya berubah menjadi rindu yang berkelana dalam jiwa dan doa-doanya. Tubuhnya menderita didera rindu, dan akhirnya dia meninggal dunia.

Si pemuda tersentak. Itu mimpi buruk. Gadisnya telah pergi membawa semua cintanya. Maka kubur sang gadislah tempat dia mencurahkan rindu dan doa-doanya. Sehingga suatu masa, si pemuda tertidur di atas pusara si gadis itu. Tiba-tiba sang gadis hadir dalam tidurnya, cantik, sangat cantik. “Apa kabar? Bagaimana keadaanmu setelah permergianku”, tanya sang gadis.
“Baik-baik saja. Kamu sendiri di sana bagaimana?” jawabnya.
“Aku di sini, di syurga abadi, dalam nikmat hidup tanpa akhir.” Jawab sang gadis.
“Doakan aku, jangan pernah lupa padaku. Aku selalu ingat padamu. Bila aku boleh bertemu denganmu?” tanya pemuda lagi.
“Aku tidak pernah lupa padamu. Aku selalu berdoa agar Allah menyatukan kita di syurga, teruskanlah melakukan ibadah. Sebentar lagi engkau akan menyusulku” jawab si gadis.
Hanya tujuh malam setelah mimpi itu, sang pemuda pun menemui ajalnya. Atas nama cinta, dia memenangkan Allah atas dirinya sendiri, atas nama cinta pula Allah akan mempertemukan mereka. Cinta kerana Allah, untuk Allah, bertemu dan berpisah kerana Allah, mengantarkan pemiliknya pada kebahagiaan yang mendalam.

Tidak ada cinta yang mati disini. Semuanya bermuara pada Zat yang Maha Hidup dan Menghidupkan. Cinta di atas cinta, dan adakah yang lebih mulia cintanya dari suatu Zat yang begitu mencintai kita? yang tak pernah meninggalkan kita di saat kita gusar dan bimbang. Cinta, semuanya atas nama cinta, cinta mampu mengangkat manusia menduduki posisi paling agung, ketika manusia mampu menempatkannya pada posisi terhormat di relung hatinya.

Cinta pada Yang Maha Mulia akan membuat seseorang jadi mulia, kerana jiwanya terisi kemuliaan cinta yang hujungnya adalah menjayakan Allah dalam segala hal. Jiwanya tidak akan resah kalau – kalau cintanya ditolak. Cinta yang berlandaskan keyakinan pada Allah yang Maha Sempurna akan membuat dirinya tidak takut akan kenyataan. Apalah erti kehilangan harta, sanak keluarga, bahkan orang yang “dicintai”, jika cinta dan rindunya selalu terpaut pada perjumpaan dengan Sang Maha Kekasih.

Sudah semestinya cinta kepada Allah diletakkan di atas segala-galanya. Kerana Dialah yang menciptakan cinta dan hati tempat cinta itu bersemayam. Cinta kepada Allah akan mewariskan kecintaan para hamba-Nya. Sebaliknya, cinta yang bukan kerana-Nya hanya akan mengundang murka-Nya dan murka makhluk-Nya. Beruntunglah orang yang hanya mencintai Allah saja dalam hatinya, dan mencintai makhluk hanya sekedar mencintai kerana-Nya.


Semestinya kita mencintai seseorang kerana imannya, dan membenci seseorang kerana maksiatnya. Tak selayaknya kepentingan duniawi mengubah arah cinta kita.
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita cinta yang hakiki dan abadi hingga ke akhirat sana. Amin

nota kaki : ~terima kasih fathi kerna bg sy share motivasi ini..barakAllahufik!

Saturday, July 16, 2011

salam nisfu syaaban

Allah melihat kepada hamba-hambaNya pada malam Nisfu Syaaban, maka Dia ampuni semua hamba-hambaNya kecuali Musyrik (orang yang Syirik) dan yang bermusuh (orang benci membenci) - Riwayat Ibn Hibban, al-Bazzar dll. Hari nisfu sya’aban=hari dimana buku catatan amalan kita selama setahun diangkat ke langit dan diganti dengan buku catatan yang baru. " Jgn bmusuh-musuhan and dengki mendengki k.AMIN3.wallahualamfissawab~

Thursday, June 9, 2011

study is my job

Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu adalah satu keharusan bagi kita kaum muslimin. Banyak sekali dalil yang menunjukkan keutamaan ilmu, para penuntut ilmu dan yang mengajarkannya.
Sebenarnya banyak ayat Al-Quran dan As-Sunnah yang memerintahkan kita agar menuntut ilmu dan kelebihan-kelebihan menuntut ilmu itu.

Maksud firman Allah s.w.t:
“Maka tanya oleh mu akan orang yang ahli zikri (orang yang alim) jikalau kamu tidak mengetahui”.
 
Maksud sabda Rasulullah s.w.w pula yang bermaksud :
“Sesungguhnya sesuatu bab daripada ilmu yang dipelajari oleh seorang lelaki terlebih baik baginya daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya”
Di samping itu terdapat juga hadis-hadis yang menceritakan tentang fadhilat-fadhilat menuntut ilmu itu yang menjadi lebih baik daripada ibadah kita (ibadah sunat) sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w ertinya :
“Demi Tuhan bahawa jika kamu pergi menuntut ilmu daripada sesuatu bab terlebih baik daripada kamu sembahyang seratus rakaat,”
Di samping itu, banyak hadis yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w tentang kematian bagi orang-orang yang sedang menuntut ilmu antaranya:

“Barangsiapa yang mati di dalam keadaan menuntut ilmu untuk menghidupkan agama Islam, maka dia berada di dalam Syurga kelak satu darjat dengan para nabi.”

Rasulullah s.a.w juga telah menggariskan beberapa peringkat kelebihan ilmu dengan sabda Baginda s.a.w,

“Sesungguhnya ilmu itu adalah umpama gedung dan anak kuncinya adalah pertanyaan.”
Empat jenis golongan yang diberikan pahala di dalam menuntut ilmu ini, iaitu :
    1. Golongan yang sukar bertanya akan sesuatu ilmu
    2. Golongan pengajar atau orang yang mengetahui sesuatu ilmu dan mengajar kepada orang lain
    3. Golongan yang yang mendengar orang yang mengajar ilmu
    4. Golongan orang yang suka dan kasih akan majlis ilmu.
Jika kita teliti kepada kepentingan ilmu seperti yang telah dijelaskan di atas, maka seharusnya bagi kita sebagai “Ummah Terbaik” mengambil kesempatan yang berharga di dalam kehidupan ini untuk merancakkan lagi pemburuan ilmu itu. Maka menuntut ilmu itu tidak mengira usia sama ada seseorang itu muda atau tua, lelaki atau perempuan semua digalakkan menuntut ilmu.

 

 

Adab Menuntut Ilmu Agama

Adab-adab dalam menuntut ilmu yang harus kita ketahui agar ilmu yang kita tuntut berfaidah bagi kita dan orang yang ada di sekitar kita sangatlah banyak. Adab-adab tersebut di antaranya adalah:

  1. Ikhlas dalam menuntut ilmu.
  2. Sepertimana amalan-amalan yang lain, langkah yang pertama adalah keikhlasan diri. Langkah ini merupakan faktor yang amat penting sehinggakan Rasulullah telah memberi amaran: Maksud hadis riwayat Ibn Hibban dan ia dinilai sahih oleh Syu’aib al-Arna’uth dalam semakannya ke atas Shahih Ibn Hibban (Muassasah al-Risalah, Beirut, 1997), hadis no: 78 “Sesiapa yang mempelajari satu ilmu yang sepatutnya dilakukan kerana mencari Wajah Allah, namun dia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan keuntungan duniawi, maka dia tidak akan mencium bau syurga pada Hari Kiamat.” Oleh kerana itu dalam sebuah hadis yang lain, baginda mengingatkan: Maksud hadis riwayat Ibn Hibban dengan para perawi yang dipercayai lagi sahih, demikian terang Syu’aib al-Arna’uth dalam semakannya ke atas Shahih Ibn Hibban, hadis no: 77 “Jangan mempelajari ilmu untuk berbangga-bangga di hadapan para ulama’, atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau untuk memilih majlis yang terbaik (demi mendapat pujian orang). Sesiapa melakukan hal itu maka nerakalah tempatnya.” Sesiapa yang memiliki niat dan tujuan yang betul sepertimana di atas, dia tidak sekali-kali akan terkalah dengan pelbagai cubaan dan fitnah yang mungkin dihadapinya dalam rangka memahami agama Islam. Ini kerana: Maksud surah Muhammad, ayat 7 “Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu membela (agama) Allah nescaya Allah membela kamu dan meneguhkan tapak pendirian kamu.”
  3. Positif dan Yakin kepada diri sendiri
  4. Sikap yang positif dan keyakinan diri adalah faktor yang penting untuk mencapai sesuatu tujuan. Faktor ini tidak terpisah bagi sesiapa yang ingin memahami agama yang dicintai ini. Bahkan ketahuilah bahawa sesiapa yang berusaha dengan ikhlas untuk tujuan ini, maka Allah akan membimbingnya, sebagaimana firman-Nya yang bermaksud:
    “Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami; dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya.”
    [al-Ankabut, ayat 69]
    “Pimpinan” Allah boleh wujud dalam pelbagai bentuk, seperti dipertemukan dengan guru yang benar, ditunjuki kepada buku daripada penulis yang jujur, dipersahabatkan dengan orang-orang yang shalih, dibimbing kepada subjek-subjek yang mengikut tertib kepentingannya dan ditanam dalam dirinya akhlak yang mulia apabila berinteraksi dengan ilmu agama. Oleh itu janganlah merasa ragu-ragu atau rendah diri untuk berusaha memahami agama Islam. Yakinilah bahawa Allah akan memimpinnya selagi mana dia ikhlas dan bersungguh-sungguh.
  5. Bersiap sedia untuk melakukan pengorbanan.
  6. Tidak ada jalan pintas (short cut) untuk memahami agama Islam, maka janganlah mengharapkan kefahaman dalam agama secara serta merta atau melalui jalan yang mudah. Sebaliknya hendaklah bersiap sedia untuk melakukan banyak pengorbanan dari sudut tenaga, masa, kewangan dan kehidupan. Proses menuntut ilmu sememangnya memerlukan banyak pengorbanan dan hal ini diketahui oleh Rasulullah. Oleh itu baginda menjanjikan ganjaran yang besar kepada sesiapa yang melakukan pengorbanan tersebut dengan bersabda, maksudnya: “Sesiapa yang menempuh satu jalan kerana mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga.” [Riwayat Muslim dalam Shahihnya (penomboran Fu’ad Abd al-Baqi), hadis no: 2699]. Pengorbanan dari sudut tenaga dan masa adalah berusaha untuk ke kelas-kelas pengajian agama sekalipun kesibukan atau keletihan dengan kuliah di universiti atau kerja di pejabat. Pengorbanan kewangan adalah membelanjakan wang ringgit untuk membeli buku-buku agama yang berkualiti. Ini adalah pengorbanan yang tidak boleh ditinggalkan, dimana setiap yang ingin memahami agama Islam perlu mencintai buku dan berusaha membina koleksi buku-buku agama atau perpustakaan peribadi yang tersendiri. Namun di antara semua pengorbanan, yang terbesar adalah pengubahsuaian gaya hidup. Tidur perlu dikurangkan, gizi pemakanan perlu dijaga dan aktiviti harian yang sia-sia perlu dihindari. Sedar atau tidak, terdapat banyak aktiviti harian yang sebenarnya adalah sia-sia seperti mengikuti acara sukan, membaca akhbar harian, menonton televisyen dan berbual kosong. Semua ini hendaklah diubah kepada bersukan demi menjaga kesihatan, menelaah akhbar harian sekadar mencari laporan yang bermanfaat, menghadkan tontonan televisyen kepada dokumentari yang ilmiah dan berbual sekadar menyampaikan nasihat. Pengubahsuaian ini akan membuka banyak masa lapang yang dapat dimanfaatkan untuk memahami agama Islam.
  7. Tidak mengenal titik noktah.
  8. Semua orang yang melazimkan diri berinteraksi dengan ilmu akan mengetahui bahawa ia sentiasa dinamik tanpa mengenal titik noktah. Maka demikianlah juga seharusnya sikap setiap muslimin dan muslimah yang ingin mencari kefahaman agama. Tidak boleh berkata “Saya sudah habis belajar agama” atau “Saya sudah faham Islam”. Sebaliknya hendaklah sentiasa mengkaji dan menganalisa kerana ilmu agama juga adalah sentiasa dinamik. Bak kata pepatah: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahad.” Pertama: Pada masa kini terdapat banyak ajaran yang menyeleweng, setiap darinya berselindung di sebalik slogan “Ahli Sunnah Wal Jamaah” agar kelihatan berada di atas jalan yang benar. Seandainya seseorang itu tergelincir dalam salah satu daripada ajaran yang menyeleweng, sikap dinamiknya yang sentiasa mengkaji dan menganalisa akan mengeluarkan dirinya daripada ajaran tersebut kepada ajaran yang benar. Kedua: Seseorang yang berusaha memahami agama akan melalui beberapa tahap, daripada tahap kebudak-budakan sehinggalah kepada tahap kedewasaan. Ini kerana dalam rangka melakukan kajian, dia akan menemui banyak perkara baru yang tidak pernah diketahuinya sebelum itu. Penemuan ini akan menjana semangat baru dalam dirinya. Terdapat kemungkinan yang besar semangat tersebut akan mengarah dirinya kepada sikap merasa dirinya amat berilmu (ujub), memandang rendah para ulama’ dan mudah menghukum orang yang tidak sependapat dengannya. Inilah sikap kebudak-budakan yang saya maksudkan. Di sini manhaj dinamik amatlah perlu dimana sikap yang sentiasa mengkaji dan menganalisa akan mengalih seseorang itu dari tahap kebudakan-budakan ke tahap kedewasaan. Tahap kedewasaan akan mengarah kepada sikap merendah diri berdasarkan keinsafan bahawa ilmu agama sebenarnya amat luas, sikap menghormati para ‘ulama berdasarkan kesedaran bahawa terdapat banyak faktor lain yang mereka pertimbangkan dan terbuka kepada dialog berdasarkan mata yang celik kepada hakikat berbeza pendapat adalah fitrah manusia.
  9. Mengamalkan ilmu.
  10. Usaha untuk memahami agama Islam bukanlah sekadar class room discussion, akan tetapi ia adalah untuk diamalkan. Ilmu tanpa amalan adalah sesuatu yang dibenci oleh Allah sebagaimana firman-Nya yang bermaksud:
    “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya! Amat besar kebenciannya di sisi Allah - kamu memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya.”
    [al-Saff, ayat 2-3]
    Sebaliknya orang yang mengamalkan ilmunya akan ditambahi oleh Allah dengan ilmu dalam pelbagai bentuk. Orang yang berusaha memahami agama Islam akan meningkat keimanannya dan iman itu sendiri adalah apa yang dibuktikan dengan hati, lidah dan perbuatan. Keimanan seperti ini akan ditambahi oleh Allah dengan hidayah-Nya, sebagaimana firman-Nya yang bermaksud:
    “……sesungguhnya mereka itu orang-orang muda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambahi mereka dengan hidayah.”
    [Maksud surah al-Kahf, ayat 13]
    Orang yang mengamalkan ilmu juga bererti mengamalkan hidayah yang Allah kurniakan kepadanya, meningkatkan ketaqwaannya, maka dengan itu Allah akan mengurniakan kepadanya al-Furqan yang membolehkan dia membezakan antara yang benar dan batil. Allah akan juga menambahi Rahmat-Nya dan memberikannya cahaya untuk terus berada di atas jalan yang benar. Perhatikan dua firman Allah berikut yang bermaksud:
    “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia mengadakan bagi kamu (al-Furqan) yang membezakan antara yang benar dengan yang salah, dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu, serta mengampunkan (dosa-dosa) kamu. Dan Allah (sememangnya) mempunyai limpah kurnia yang besar.”
    [al-Anfal, ayat 29]
  11. Berhubung dengan orang yang berhubung dengan ilmu.
  12. Siapa kita berhubung, siapa kita berkawan, memiliki pengaruh yang besar kepada perwatakan diri kita sendiri. Rasulullah pernah mengingatkan, maksudnya: “Sesungguhnya perumpamaan teman yang shalih dan teman yang buruk hanyalah seumpama pembawa minyak wangi dan peniup tungku api seorang tukang besi. Bagi pembawa minyak wangi, boleh jadi sama ada dia memberinya kepada kamu (minyak wangi) atau kamu membeli daripadanya (minyak wangi) atau kamu mendapat bau harum daripadanya. Bagi peniup tungku api seorang tukang besi, boleh jadi sama ada ia akan membakar pakaian kamu (kerana kesan tiupan api) atau kamu mendapat bau yang tidak sedap daripadanya (bau besi).” [Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya, hadis no: 2628]. Oleh itu sesiapa yang berusaha untuk memahami agama Islam hendaklah sentiasa berhubung dengan orang-orang yang perhubungannya sentiasa bersama ilmu. Mereka adalah orang-orang yang perhatiannya sentiasa kepada al-Qur’an dan al-Sunnah yang sahih, usahanya sentiasa kepada mengkaji kitab-kitab peninggalan para ulama’ dan pemikirannya sentiasa ke arah memperbaiki keadaan umat Islam dan menjaga kemurnian agama Islam. Di antara mereka ialah para alim ulama’ dan guru-guru, maka hendaklah memuliakan mereka, mendengar nasihat mereka dan mengikuti jejak langkah mereka. Seandainya mereka berbuat salah, hendaklah menasihati mereka secara sopan dan tersembunyi, tidak secara kasar dan terbuka kepada orang ramai. Di antara mereka adalah orang-orang yang dalam proses memahami agama Islam, maka hendaklah menjadikan mereka sebagai sahabat karib, selalu meluangkan masa berkongsi ilmu, bertukar-tukar pendapat dan saling menasihati.
  13. Berdoa Kepada Allah.
  14. Setiap usaha perlu diikuti dengan doa dan usaha untuk memahami agama Islam tidak terpisah daripada adab ini. Maka hendaklah berdoa kepada Allah dan sebaik-baik doa adalah apa yang diajar oleh Allah dan Rasul-Nya. Antaranya:

“Tunjukilah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.”
[Maksud surah al-Fatihah, ayat 6-7]

Demikian tujuh adab yang dapat saya ringkaskan daripada sekian banyak adab untuk menuntut ilmu. Diharapkan adab-adab di atas bermanfaat untuk setiap orang, termasuk diri saya sendiri. Selain tujuh adab tersebut, setiap orang yang berusaha untuk memahami agama Islam perlu berwaspada kepada unsur-unsur yang boleh merosakkannya. Unsur-unsur tersebut akan saya jelaskan dalam penulisan yang seterusnya insya-Allah.

Friday, April 1, 2011

Doa.AMIN

Ya Allah, berikanlah kepadaku kemampuan untuk tetap mencintai-Mu dan mencintai orang yang cintanya kepada-Mu itu memberikan manfaat kepadaku disisi-Mu.

Ya Allah, apa yang telah Engkau berikan kepadaku berupa sesuatu yang aku cintai, jadikanlah ia sebagai kekuatan bagiku untuk menjalankan apa yang Engkau cintai.

Ya Allah, apa yang telah Engkau jauhkan dariku berupa sesuatu yang aku cintai, jadikanlah ia bagiku sebagai peluang untuk menjalankan apa yang Engkau cintai.

(HR.Tirmidzi)


♥(¯`•.¸ღ Keistimewaan Hawaღ¸ .•´¯)♥ஜ

Masuklah syurga wahai isteri-isteri solehah dari mana-mana pintu yg kamu suka, jika kamu menjaga solatmu, menjaga puasamu, menjaga farajmu dan kamu taat pada suami.. Di syurga, akn lalu satu cahaya yg terang di langit dan penduduk syurga bangun melihat cahaya itu, disangkakan itu cahaya Allah, namun ia adalah cahaya seorang wanita yg sentiasa senyum kepada suaminya di dunia dahulu.

Sunday, January 16, 2011

bersabar apabila dicaci kay...

Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa satu ketika seorang lelaki sedang mencaci Abu Bakar r.a sedangkan Nabi s.a.w sedang duduk di hadapannya. Orang itu terus mencacinya sedangkan Abu Bakar r.a dan Nabi s.a.w terus bersabar mendengarnya. Lantas Nabi s.a.w tersenyum. Apabila orang itu mencacinya dengan keterlaluan, lantas Abu Bakar r.a menjawab akan caciannya. Mendengarkan akan jawaban itu, Nabi s.a.w begitu marah, bangun, lalu meninggalkannya.
Abu Bakar r.a menyusul Nabi s.a.w dibelakangnya dan berkata: Ya Rasulullah s.a.w, apabila orang itu terus mencaciku engkau masih tetap duduk dan apabila aku menjawabnya, tuan nampaknya marah dan bangun?
Nabi s.a.w menjawab: Semasa kamu diam dan bersabar mendengarnya, seorang malaikat bersama denganmu yang mana sedang menjawab caci maki orang itu bagi pihakmu, tetapi apabila kamu menjawabnya semula, malaikat itu meninggalkanmu, dan syaitan telah datang di antara kamu, dan aku tidak mahu duduk bersama dengan syaitan; oleh kerana itu aku meninggalkan kamu.
(Hadis Riwayat Ahmad)
Sebagai umat Islam kita telah diajar oleh Rasulullah saw supaya sentiasa bersabar dan menahan kemarahan kerana dengan tidak bersabar dan marah membuka ruang kepada syaitan untuk menghasut kita. Berdasarkan hadis di atas jelas menceritakan bagaimana malaikat membalas setiap cacian orang terhadap kita. Namun apabila kita membalas cacian tersebut maka syaitan telah mengambil alih dalam usaha untuk menghasut dan memburukkan lagi keadaan.

Wednesday, December 22, 2010

reda menerima ujian Allah.

Nabi SAW bersabda : “Apabila seseorang mukmin diuji oleh Allah dengan sesuatu bencana pada tubuhnya, Allah Taala berfirman kepada Malaikat penulis amalnya: “Tulislah juga untuknya amal-amal soleh yang biasa ia lakukan;” kemudian jika Tuhan hilangkan bencana yang menimpanya itu, Tuhan jadikan ia hidup berkeadaan baharu – bersih suci dari dosanya; dan jika Tuhan mengambil nyawanya, diberikannya keampunan serta dikurniakan rahmat kepadanya”. (Anas r.a)
Setiap manusia hendaklah menerima segala ujian Allah dengan hati yang tabah, sabar dan redha kerana sikap yang demikian akan membawa kebaikan pada dirinya. Jika ia membiasakan dirinya dengan amalan yang baik semasa ia sihat atau senang kemudian tidak dapat melakukannya disebabkan kesakitan atau kemalangan yang menimpanya, maka Allah memerintahkan malaikat amal mencatat amalan yang baik yang tidak dapat dikerjakannya itu.
Sekiranya Allah menyembuhkan sakitnya atau menghilangkan bencana yang menimpanya itu maka Allah jadikan ujian-Nya itu sebagai “kaffarah” (yang menghapuskan dosa-dosanya yang telah lalu) serta dijadikan hidupnya berkeadaan baru, suci dan bersih daripada dosa. Namun sekiranya Allah S.W.T sempurnakan ajalnya dengan kemalangan itu, maka ia akan dikurniakan keampunan dan dilimpahkan rahmat kepadanya.

seharum kasturi

Abu Hurairah ra berkata, Nabi SAW bersabda : “Tiap-tiap luka yang menimpa seseorang muslim di jalan Allah nescaya lukanya itu di hari kiamat tetap seperti ketika dia ditikam mengeluarkan darah. Warnanya warna darah, tetapi baunya bau kasturi”. (Bukhari dan Muslim)
Allah SWT memberi jaminan bahawa sesiapa yang berjihad di jalannya dengan keimanan yang ikhlas kerana Allah SWT akan diberikan ganjaran pahala dan dimasukkan ke dalam syurga tanpa hisab dan tanpa diminta pertanggungjawaban terhadap dosa yang dilakukannya itu. Kematiannya di medan perang adalah mati syahid dan orang yang mati syahid tidak akan dimandikan. Bau hanyir darah itu akan bertukar wangi, sewangi kasturi di akhirat kelak.